Aset kripto Bitcoin, Altcoin, hingga Meme Coin. (Ilustrasi By AI)
International Crypto Exchange (ICEX) merupakan bursa aset keuangan digital yang baru saja memperoleh izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Liputan6.com, Jakarta - Upbit Indonesia, salah satu pelaku industri aset kripto berlisensi di Indonesia, menyambut positif kehadiran International Crypto Exchange (ICEX) sebagai bursa aset keuangan digital yang baru saja memperoleh izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
ICEX menjadi bursa kripto kedua di Indonesia yang beroperasi di bawah pengawasan OJK, dengan izin usaha sebagai Penyelenggara Bursa Aset Keuangan Digital. Kehadiran ICEX diharapkan dapat memperkuat struktur pasar aset kripto nasional yang lebih kompetitif dan tidak lagi bertumpu pada satu pelaku usaha.
Kapitalisasi Pasar Kripto Susut Rp 4.226 Triliun, Bagaimana Tren ke Depan?
Upbit Indonesia meyakini bahwa hadirnya bursa kripto baru berizin akan membawa dampak positif bagi pengembangan ekosistem aset keuangan digital yang sehat, kompetitif, dan teregulasi di Indonesia, sejalan dengan arah kebijakan regulator dalam memperkuat tata kelola industri kripto nasional.
Chief Operating Officer (COO) Upbit Indonesia, Resna Raniadi, menyampaikan bahwa keberadaan lebih dari satu bursa kripto berizin merupakan elemen penting dalam membangun struktur pasar yang lebih seimbang, sekaligus membuka peluang kolaborasi antar pelaku industri.
❝ Upbit Indonesia mendukung penuh perkembangan struktur pasar aset kripto yang semakin kompetitif dan teregulasi. Kehadiran lebih dari satu bursa kripto berizin akan mendorong penguatan tata kelola industri serta menciptakan ruang bagi pertumbuhan ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan, ❞ ujar Resna.
Dinamika dan Kompleksitas Pasar Aset Digital
Ilustrasi harga kripto (Foto By AI)
Resna menambahkan bahwa kolaborasi antar pelaku industri dalam kerangka regulasi yang jelas menjadi kunci dalam menghadapi dinamika dan kompleksitas pasar aset digital yang terus berkembang.
❝ Ke depan, industri aset kripto membutuhkan sinergi yang erat antara pelaku usaha, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan. Struktur pasar yang lebih terbuka dan kompetitif akan membantu membentuk mekanisme pasar yang lebih matang, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor,❞ lanjutnya.
Melalui keterlibatan aktif dalam ekosistem ini, Upbit Indonesia berharap dapat berkontribusi dalam mendorong peningkatan literasi aset digital, penguatan tata kelola, serta pengembangan ekosistem investasi kripto yang inklusif dan berkelanjutan.
Upbit Indonesia juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas perusahaan akan senantiasa berjalan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh OJK, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan perlindungan investor.
Analis Prediksi Bitcoin Melonjak 55% pada 2026
Aset kripto Bitcoin, Altcoin, hingga Meme Coin. (Ilustrasi By AI)
Sebelumnya, Head of Digital Asset Research Standard Chartered, Geoffrey Kendrick menuturkan, bitcoin (BTC) berpotensi melonjak pada 2026. Ia menilai, bitcoin tetap menjadi aset kripto yang layak beli meski memangkas target jangka panjangnya.
Mengutip Yahoo Finance, Selasa (20/1/2026), Geoffrey menilai bitcoin masih layak dibeli dan berpotensi melonjak hingga 55% pada 2026. Pada Desember 2025, Geoffrey Kendrick memangkas separuh prediksi harga 2026 dari USD 300.000 menjadi USD 150.000 per koin.
Aset digital obligasi pemerintah (Digital Asset Treasuries/DAT) menjadi salah satu tren yang paling banyak dibicarakan di kripto terutama setelah Strategy milik Michael Saylor memakai neraca keuangan-nya untuk mengakumulasi bitcoin pada 2020.
Strategy kemudian mengumpulkan miliaran dolar Amerika Serikat melalui penawaran obligasi untuk memperluas kepemilikannya, sebuah langkah yang menginspirasi perusahaan lain untuk mengikuti jejaknya.
Namun, Kendrick menilai DAT bukan lagi hal yang paling diminati di kripto. “Secara spesifik, kami pikir pembelian oleh perusahaan perbendaharaan aset digital bitcoin kemungkinan sudah berakhir, karena valuasi tidak lagi mendukung ekspansi DAT bitcoin lebih lanjut,” ujar dia.
Ia menambahkan, pihaknya prediksi konsolidasi daripada penjualan langsung, tetapi pembelian DAT tidak akan memberikan dukungan lebih lanjut.
Namun, Kendrick tetap optimistis tentang kenaikan lebih lanjut yang didorong oleh dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) bitcoin spot.
Ia menilai, produk-produk ini menurunkan hambatan bagi partisipasi institusional dalam kripto. Ini menjadi tren yang akan meningkat di bawah pemerintahan Trump yang telah mendukung beberapa undang-undang (UU) dan perintah eksekutif pro-kripto yang bertujuan mengurangi ketidakpastian regulasi bagi investor.
Faktanya pada 13 Januari, ETF bitcoin spot AS mencatat arus masuk satu hari sebesar USD 753,73 juta atau Rp 12,77 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.940), terbesar dalam tiga bulan terakhir.
Reli Trump hingga Gejolak Tarif
Bitcoin memulai 2025 dengan kuat menyentuh USD 102.000 pada awal Januari saat Donald Trump menjabat sebagai presiden.
Aset tersebut kemudian berfluktuasi antara USD 98.000 dan USD 104.000 sebelum merosot ke USD 76.000 pada April. Pemulihan bertahap terjadi, mencapai puncaknya di dekat USD 126.000 pada Oktober sebelum penurunan tajam menghapus keuntungan dua digit.
Pada akhir tahun, Bitcoin berfluktuasi antara USD 86.000 dan USD 94.000, bahkan di bawah perkiraan yang paling hati-hati.
Pada 2026, pemulihan Bitcoin terus berlanjut, mencapai USD 97.538 pada 15 Januari sebelum mereda.
Sebelumnya Bitcoin turun 2,1% menjadi USD 93.216 di tengah ancaman tarif baru Trump, kali ini ditujukan kepada sekutu Eropa atas apa yang disebutnya sebagai "kesepakatan Greenland."
Source : liputan6
Disclaimer: Informasi yang terkandung dalam artikel ini bukan merupakan saran investasi. Investor harus menyadari bahwa mata uang kripto memiliki volatilitas tinggi dan karenanya berisiko, dan harus melakukan penelitian sendiri.